Selasa, 28 Mei 2013

Laporan Laba Rugi PT dan Laba perSaham


LAPORAN  LABA RUGI PERSEROAN TERBATAS (PT)
         
          Perseroan Terbatas (corporation) adalah suatu bentuk entitas yang terpisah dan berbeda dengan pemiliknya.Laporan laba rugi Perseroan Terbatas pada umumnya serupa dengan Laporan  Perusahaan Perseroangan  atau  Persekutuan, kecuali untuk satu hal : Pelaporan Pajak Penghasilan. Beban Pajak itu sendiri dilaporkan di bagian terpisah pada laporan laba rugi PT sebelum laba bersih . laporan laba rugi sebelum pajak penghasilan disajikan dalam baris tersendiri yng kemudian diikuti oleh beban pajaknya.
          Beban pajak penghasilan dan kewajiban terkait untuk utang pajak badan dicatat sebagai bagian dari proses penyesuaian.jurnal penyesuaian untuk beban pajak :
       Beban Pajak Penghasilan      xxxxxxxxxxx
                   Utang Pajak Badan                 xxxxxxxxxx



Contoh isi dari Laporan Laba Rugi

PT. MANCHESTER UNITED
Laporan Laba Rugi
31 Desember 2014

Penjualan                                                                                                                                                         XXX
Harga Pokok Penjualan                                                                                                                               XXXX
Laba Kotor                                                                                             XXXX
Beban Operasi                                                                                        XXXX
Laba Operasi                                                                                          XXXX
Pendapatan dan Keuntungan Lain-lain                                                   XXXX
Beban dan Kerugian Lain-lain                                                                (XXX)
Laba Sebelum Pajak                                                                             XXXX
Beban Pajak                                                                                          XXXX
Laba Bersih                                                                                           XXXX









PT. NRI LAPORAN LABA RUGI
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2008 (dalam rupiah)



Sebelum Perencanaan Pajak                                      Sesudah Perencanaan Pajak


Komersil                      Koreksi
Fiskal

Fiskal                          Tax                        Fiskal
Planning


PENJUALAN BERSIH                         75.441.925.536                                          75.441.925.536                                         75.441.925.536
BEBAN POKOK

PENJUALAN
           (53.972.433.466)
      (53.972.433.466)
  (53.972.433.466)
LABA KOTOR
21.469.492.070
21.469.492.070
21.469.492.070

BEBAN USAHA


Beban Penjualan

Pengangkutan (freight out)
(2.480.245.347)
(2.480.245.347)
(2.480.245.347)
Beban Royalti
(718.915.519)
(718.915.519)
(718.915.519)
Claim invoice
                (149.870.754)  
           (149.870.754)
       (149.870.754)
Total
(3.349.031.620)
(3.349.031.620)
(3.349.031.620)

Biaya Operasional dan Administrasi
Gaji Pegawai


(2.732.092.669)



(2.732.092.669)



(2.732.092.669)
Bonus Tambahan



a. 458.324.764
(458.324.764)
Beban Pengangkutan
(13.319.496)

(13.319.496)

(13.319.496)
Beban Jasa Profesional
(526.221.799)

(526.221.799)

(526.221.799)
Sewa
(479.223.395)

(479.223.395)

(479.223.395)
Alat-alat kantor
(381.749.473)

(381.749.473)

(381.749.473)
Beban kendaraan
(358.413.344)
179.206.672
(179.206.672)
c. (8.444.293)
(187.650.965)
Perbaikan dan perawatan
Beban pengurusan dan
(237.413.324)

(237.413.324)
c. (11.187.015)
(248.600.339)
perizinan
(22.550.000)

(22.550.000)
c. (1.062.565)
(23.612.565)
Sumbangan/Donasi
(13.465.000)
13.465.000
0

0
Telepon. Fax
(213.920.321)
45.230.700
(168.689.621)

(168.689.621)
Beban pos dan materai
(7.787.414)

(7.787.414)

(7.787.414)
Transportasi dan perjalanan
(160.205.121)

(160.205.121)

(160.205.121)
Biaya air
(14.651.515)

(14.651.515)

(14.651.515)
Biaya listrik
(117.244.917)

(117.244.917)

(117.244.917)
Beban asuransi
(68.465.491)

(68.465.491)

(68.465.491)
Beban Pajak
(110.353.605)
110.353.605
0

0
Biaya entertainment
(101.888.303)
101.888.303
0
b. 101.888.303
(101.888.303)


Sesudah Perencanaan Pajak                                      Sebelum Perencanaan Pajak



Komersial
Koreksi

Fiskal

Fiskal
Tax

Planning

Fiskal
Biaya penyusutan
(73.729.772)

(73.729.772)

(73.729.772)
Biaya training
(94.182.721)

(94.182.721)

(94.182.721)
Beban lain-lain
Jumlah Biaya Umum dan
Administrasi
(28.366.452)

             (5.755.244.132)
28.366.452
0

       (5.276.733.400)
b. 28.366.452
(28.366.452)

    (5.886.006.792)
Jumlah Beban usaha
             (9.104.275.752)

       (8.625.765.020)

    (9.235.038.412)
LABA USAHA
12.365.216.318

12.885.236.650

12.234.453.658

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Laba rugi selisih kurs
(7.928.393.444)

(7.928.393.444)

(7.928.393.444)
Beban bunga
Beban penghapusan persediaan
(385.813.027)

(307.143.244)
1.825.883
(383.987.144)

(307.143.244)

(383.987.144)

(307.143.244)
Penghasilan bunga
9.129.416
(9.129.416)
0

0
Laba pelepasan aset tetap
125.865.490

125.865.490

125.865.490
Pendapatan lainnya
191.669.333

191.669.333

191.669.333
Kerugian Usaha Tahun 2007
                                       

                                  
d. 441.163.742
       (441.163.742)  
Beban lain-lain
(8.294.685.476)

(8.301.989.009)

(8.743.152.751)

Laba sebelum pajak penghasilan


4.070.530.842



4.583.247.641



3.491.300.907
PPh tahun 2008
            (1.629.036.633)

       (1.387.474.200)

    (1.059.890.200)
Laba Bersih
2.441.494.209

3.195.773.441

2.431.410.707


Perhitungan Pajak Terhutang Sebelum & Sesudah Tax Planning PadaTahun 2008




Sebelum Tax
Planning

Setelah Tax
Planning

Penghematan
(Rp)

Laba Sebelum Pajak

4.583.247.641

3.491.300.907

1.091.946.734

PPh Badan

10% x Rp. 50.000.000

15% x Rp. 50.000.000

30% x Rp. 4.583.247.600

30% x Rp. 3.491.300.900


5.000.000

7.500.000

1.374.974.200


5.000.000

7.500.000


1.047.390.200


Total Pajak Terutang

1.387.474.200

1.059.890.200

327.584.000

Angsuran PPh

114.581.100

88.324.100


Laba Per Saham

          Menghitung laba persaham seringkali dilaporkan dalam penerbitan keuangan, dan telah digunakan secara luas oleh pemegang saham dan investor potensial dalam mengevaluasi profitabilitas perusahaan. Laba per Saham (earning per share) menunjukan laba yang dihasilkan oleh setiap lembar saham biasa. Jadi, laba per Saham hanya dilaporkan untuk saham biasa. Karena pentingnya informasi tentang laba persaham, maka sebagian besar perusahaan diwajibkan melaporkan informasi ini dalam laporan laba rugi.
          Laba per Saham adalah alokasi Laba Bersih perusahaan untuk setiap Saham biasa yang beredar dari saham. Laba per Saham digunakan oleh Wall Street  & analisis saham pasar lainnya untuk mengukur profitabilitas perusahaan dibandingkan perusahaan lain dalam industry yang sama, ditambah adalah cara mengevaluasi triwulan hasil keuangan perusahaan. Rumus untuk menghitung Laba per Saham adalah :

EPS = (Laba Bersih – Deviden pada Saham Preferen / rata-rata Posisi Saham)

Saham Preferen (Preferred stock) adalah perjanjian yang memberikan keutamaan atau kelebihan bagi pemiliknya dibandingkan pemegang saham biasa untuk hal-hal tertentu. Secara khusus, pemegang saham preferen memiliki prioritas dalam hal pembagian laba (dividen) dan asset jika terjadi likuiditas. Namun biasanya saham preferen tidak memiliki ha suara.

          Saham yang beredar rata-rata juga dikenal sebagai Rata-rata Tertimbang jumlah saham yang beredar. karena sejak saham perusahaan di pasar saham berubah sepanjang waktu, kita ingin menggunakan rata-rata yang mewakili sejumlah wajar saham sepanjang tahun. Beberapa perusahaan menggunakan jumlah saham yang beredar pada akhir satu periode dalam rangka untuk menyederhanakan perhitungan mereka.

Berikut adalah contoh hipotesis, ZZZ Corp memiliki penghasilan bersih sbesar $50 juta untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 dan $ 20 juta yang beredar  saham di New York Stock Exchange (NYSE) perusahaan tidak memiliki saham preferen yang beredar sehingga tidak harus membayar Deviden yang lebih disukai. Berapa Laba per Saham ?

EPS = (Laba Bersih – Deviden saham preferen) / Rata-rata saham beredar
EPS = ($ 50 juta - $ 0)/ $ 20 juta saham
EPS = $ 2.50 juta

          Jika saham preferennya kumulatif, maka dividen saham preferen tetap harus diperhitungkan sekalipun tidak diumumkan pembagiannya. Namun, investor sering kali berusaha untuk mengaitkan LPS dengan harga pasar per saham (perusahaan terbuka). Oleh kare pentingnya LPS, sebagian besar perusahaan terbuka diharuskan untuk melaporkannya di halaman depan laporan laba rugi. Umumnya jumlah ini cukup disajikan dibawah angka laba bersih. Contoh :
Laporan Laba Rugi (Sebagian)
Laba Bersih                                                 xxxxx
Laba per Saham                                        xxxxxx




Kegiatan Strategi Pemasaran "Keroket Aselolle"


KEROKET ASELOLLE
                Keroket Aselolle merupakan gorengan yang kulit dan isinya terbuat dari kentang. Produk ini kami maksud untuk menu sarapan pagi yang mudah dan mengenyangkan. Keroket ini pun setara dengan menu 2 buah roti pada umumnya. Ditambah dengan kautamaan wortel, susu, dan telur yang terdapat didalamnya. Jadi keroket ini sangat baik dikonsumsi untuk menu sarapan pagi dan untuk semua kalangan.

A.      Bahan dan cara pembuatan Keroket :
                Bahan-bahan Keroket Aselolle ini terbuat dari :
·         Kentang
·         Wortel
·         Susu

B.      Manfaat Keroket :
Dan memiliki manfaat yaitu :
1.       Protein dari telur
2.       Kabohidrat pengganti nasi yaitu (Kentang)
3.       Vitamin A dari Wortel
4.       Mineral, kalsium yang terdapat dalam susu

C.      Visi dan Misi
Visi :
a.       Untuk menjual produk Keroket yang lebih higinies tanpa bahan pengawet atau bahan tambahan yang berbahya yang tidak dibutuhkan oleh tubuh untuk dikonsumsi oleh konsumen.
Misi :
a.       Untuk menjual  Keroket yang bernilai tinggi untuk dikonsumsi pada menu sarapan ringan yang lebih praktis sebgai menu pengganti nasi.

D.      Desain Produk Keroket
Dan untuk mejual produk kami yang aman dikunsumsi, kami mendesain untuk semaksimal mungkin tampilan keroket ini bersih atau higinies untuk dikonsumsi. Yaitu, dengan cara :
-          Awal pembuatan kami  selalu memakai sarung tangan plastic yang bersih agar tidak bersentuhan langsung dengan tangan si pembuat.
-          Setelah keroket ini telah matang pun kami mengambilnya dengan capitan gorengan yang bersih.
-          Dan untuk mempercantik tampilan juga kami memasukannya kedalam plastic dan dibalut oleh tisu.
Tujuan dari produk ini dilapisi dengan tisu dan plastic agar lebih higinies dan tidak
terkontaminasi oleh udara saat akan di promosikan.

E.       Target Penjualan dan Pemasaran Produk Keroket
                Untuk target Pasar Konsumen yang terdiri dari beberapa variable. Yaitu, :
1.       Geografi              :  wilayah yang kami fokuskan untuk target pemasaran ini yaitu kampus.
2.       Demografi           :  produk ini kami jual untuk semua jenis kelamin dan semua usia.
3.       Psikografi            : produk ini juga untuk semua kelas social terutama untuk mempermudah dalam menu sarapan untuk sebagian orang yang gaya hidupnya lebih  praktis dan mudah untuk sarapan.
4.       Tingkah laku       : saat pembelian, manfaat dan satatus dari produk ini kami jelaskan untuk melengkapi dari promosi itu sendiri.
Untuk target pasar yang kami inginkan itu menjual produk Keroket ini sebanyak mungkin dengan target penjualan minimal 46 pcs terjual habis dalam satu hari.
                Dan kita sadari pada setiap proses penjualan atau pemasaran dari produk kami ini pasti mempunya kendala dalam pendistribusiannya. Yaitu :
a.       Untuk pendistribusian produk keroket ini menempuh jarak tempuh sekitar 1jam perjalanan. Dan untuk mengantisipasi kehiginiesan dari produk ini kami menempatkannya pada Tupperware dan menutupnya dengan Tas Kecil.
b.      Selain itu kami juga mempunyai kendala pada waktu akan menjualnya dikarenakan sedikitnya waktu jam istirahat dan jeda waktu pergantian mata kuliah. Namun kami mengantisipasi dengan menjual produk keroket ini tiap hari senin, jumat dan sabtu, yang memiliki waktu senggang.
KEROKET ASELOLLE
                Keroket Aselolle merupakan gorengan yang kulit dan isinya terbuat dari kentang. Produk ini kami maksud untuk menu sarapan pagi yang mudah dan mengenyangkan. Keroket ini pun setara dengan menu 2 buah roti pada umumnya. Ditambah dengan kautamaan wortel, susu, dan telur yang terdapat didalamnya. Jadi keroket ini sangat baik dikonsumsi untuk menu sarapan pagi dan untuk semua kalangan.

A.      Bahan dan cara pembuatan Keroket :
                Bahan-bahan Keroket Aselolle ini terbuat dari :
·         Kentang
·         Wortel
·         Susu

B.      Manfaat Keroket :
Dan memiliki manfaat yaitu :
1.       Protein dari telur
2.       Kabohidrat pengganti nasi yaitu (Kentang)
3.       Vitamin A dari Wortel
4.       Mineral, kalsium yang terdapat dalam susu

C.      Visi dan Misi
Visi :
a.       Untuk menjual produk Keroket yang lebih higinies tanpa bahan pengawet atau bahan tambahan yang berbahya yang tidak dibutuhkan oleh tubuh untuk dikonsumsi oleh konsumen.
Misi :
a.       Untuk menjual  Keroket yang bernilai tinggi untuk dikonsumsi pada menu sarapan ringan yang lebih praktis sebgai menu pengganti nasi.

D.      Desain Produk Keroket
Dan untuk mejual produk kami yang aman dikunsumsi, kami mendesain untuk semaksimal mungkin tampilan keroket ini bersih atau higinies untuk dikonsumsi. Yaitu, dengan cara :
-          Awal pembuatan kami  selalu memakai sarung tangan plastic yang bersih agar tidak bersentuhan langsung dengan tangan si pembuat.
-          Setelah keroket ini telah matang pun kami mengambilnya dengan capitan gorengan yang bersih.
-          Dan untuk mempercantik tampilan juga kami memasukannya kedalam plastic dan dibalut oleh tisu.
Tujuan dari produk ini dilapisi dengan tisu dan plastic agar lebih higinies dan tidak
terkontaminasi oleh udara saat akan di promosikan.

E.       Target Penjualan dan Pemasaran Produk Keroket
                Untuk target Pasar Konsumen yang terdiri dari beberapa variable. Yaitu, :
1.       Geografi              :  wilayah yang kami fokuskan untuk target pemasaran ini yaitu kampus.
2.       Demografi           :  produk ini kami jual untuk semua jenis kelamin dan semua usia.
3.       Psikografi            : produk ini juga untuk semua kelas social terutama untuk mempermudah dalam menu sarapan untuk sebagian orang yang gaya hidupnya lebih  praktis dan mudah untuk sarapan.
4.       Tingkah laku       : saat pembelian, manfaat dan satatus dari produk ini kami jelaskan untuk melengkapi dari promosi itu sendiri.
Untuk target pasar yang kami inginkan itu menjual produk Keroket ini sebanyak mungkin dengan target penjualan minimal 46 pcs terjual habis dalam satu hari.
                Dan kita sadari pada setiap proses penjualan atau pemasaran dari produk kami ini pasti mempunya kendala dalam pendistribusiannya. Yaitu :
a.       Untuk pendistribusian produk keroket ini menempuh jarak tempuh sekitar 1jam perjalanan. Dan untuk mengantisipasi kehiginiesan dari produk ini kami menempatkannya pada Tupperware dan menutupnya dengan Tas Kecil.
b.      Selain itu kami juga mempunyai kendala pada waktu akan menjualnya dikarenakan sedikitnya waktu jam istirahat dan jeda waktu pergantian mata kuliah. Namun kami mengantisipasi dengan menjual produk keroket ini tiap hari senin, jumat dan sabtu, yang memiliki waktu senggang.